KOMPAS.com - Setelah meraih kesuksesan lewat edisi pertamanya, drh Yulyani Dewi kembali menerbitkan buku A–Z Tortoises and Turtles edisi kedua pada Juli 2025.
Buku tersebut diluncurkan di Jagat Satwa Nusantara, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (24/5/2025). Peluncuran ini digelar bersamaan dengan momentum World Turtle Day.
A–Z Tortoises and Turtles edisi kedua hadir sebagai versi lebih lengkap dan mendalam dari edisi sebelumnya dengan sejumlah penyempurnaan, baik dari sisi isi maupun visual.
Dibandingkan edisi pertama, edisi terbaru buku tersebut juga memuat daftar isi yang lebih terstruktur, foto-foto yang lebih nyata dan representatif, serta pembahasan materi yang belum pernah disajikan sebelumnya.
Proses penyusunan naskahnya sendiri memakan waktu hingga satu tahun. Ini lantaran edisi kedua A–Z Tortoises and Turtles dirancang sebagai karya yang benar-benar berbeda dari pendahulunya.
Kura-kura menjadi topik utama yang diangkat lantaran menjadi salah satu jenis hewan yang paling sering ditemui oleh drh Yulyani selama praktiknya di klinik hewan Pet Care yang berlokasi di Ampera, Jakarta Selatan.
Bagi drh Yulyani, kura-kura memiliki sejumlah keunikan, mulai dari bentuk dan warna yang beragam, kemudahan dalam penyediaan pakan, ukuran tubuh yang bervariasi, hingga usia hidup yang sangat panjang.
Maka dari itu, buku A–Z Tortoises and Turtles edisi kedua memuat beragam topik penting seputar dunia kura-kura.
Topik-topik tersebut mencakup jenis-jenis kura-kura yang populer ataupun spesies baru yang masuk ke Indonesia, anatomi dan fisiologi kura-kura, serta penjelasan mengenai proses evolusinya.
Salah satu bab yang dianggap penting dalam buku itu adalah panduan perawatan kura-kura, termasuk langkah-langkah pencegahan agar hewan kesayangan tidak mudah terserang penyakit.
Selain itu, edisi kedua A–Z Tortoises and Turtles juga mengangkat topik baru seputar pengembangbiakan kura-kura (breeding) yang dibahas secara mendalam, mulai dari proses breeding untuk kura-kura darat dan air, teknik inkubasi menggunakan inkubator, hingga metode penetasan dan perawatan anak kura-kura dijelaskan secara rinci.
Pembahasan mengenai nutrisi turut menjadi sorotan dengan ulasan tentang kebutuhan gizi terbaik untuk masing-masing jenis kura-kura.
Seluruh pembahasan tersebut mencerminkan komitmen drh Yulyani dalam mendorong pelestarian spesies.
Dalam buku itu, ia juga dengan mengajak para pencinta kura-kura darat dan air di Indonesia untuk ikut berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Terkait itu, salah satu langkah yang dianjurkan adalah dengan memelihara kura-kura hasil penangkaran, bukan hasil tangkapan dari alam liar. Ia pun mengajak pembaca untuk mulai mencoba melakukan pengembangbiakan secara mandiri.
Demi mempermudah akses terhadap informasi tambahan, edisi kedua A–Z Tortoises and Turtles telah dilengkapi dengan berbagai barcode interaktif.
Setiap barcode terhubung ke tautan digital yang menyajikan materi pendukung yang bermanfaat bagi para pencinta kura-kura.
Dengan demikian, buku tersebut tidak hanya hadir dalam bentuk cetak, tetapi juga menawarkan pengalaman audio-visual untuk memperkaya pemahaman pembaca.
Tak hanya itu, melalui kombinasi teks, diagram, suara, video, dan presentasi visual, pembaca turut diajak mengeksplorasi materi dengan cara yang lebih menarik dan imersif.
Kemudian, buku tersebut juga disusun secara bilingual menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama dengan bagian-bagian penting yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris.
Langkah tersebut diambil agar pembaca dari kalangan ekspatriat atau non-penutur Bahasa Indonesia tetap dapat menikmati isi buku secara optimal.
Lewat pendekatan multimedia dan penyajian dua bahasa, buku A–Z Tortoises and Turtles edisi kedua diharapkan mampu meningkatkan minat baca dan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan buku konvensional.
Sebagai informasi, dalam acara peluncuran buku A–Z Tortoises and Turtles edisi kedua, turut diselenggarakan kegiatan edukasi bertema “Lindungi Tempurung Nusantara”.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengedukasi sekaligus menyerukan pentingnya perlindungan kura-kura di Indonesia.
Sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, Indonesia merupakan habitat alami bagi berbagai jenis kura-kura.
Oleh karena itu, upaya pelestarian menjadi tanggung jawab bersama. Acara peluncuran juga dihadiri oleh sejumlah perwakilan komunitas reptil dan pecinta kura-kura dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka turut mendukung kampanye konservasi.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan ikuti Instagram @petcare_vet.